Senin, 25 Januari 2021
  Harga Komoditi
Bawang Merah : Rp. 38.000/KgBawang Putih : Rp. 30.000/KgCabe Merah Besar : Rp. 40.000/KgCabe Rawit : Rp. 38.000/KgTomat : Rp. 5.000/Kg
WAKIL GUBERNUR APRESIASI KINERJA PERTANIAN DI MASA PANDEMI COVID-19

Kota Gorontalo,Distanprov,- Sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi selama pandemi covid-19 mewabah di tahun 2020 ini tetap menunjukkan kinerja dan pertumbuhan yang baik. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi pertanian terhadap PDRB menuurut lapangan usaha sebesar 39,36% sedangkan menurut pengeluaran konsumsi RT sebesar 62,43%.

“Kinerja bidang pertanian sampai dengan bulan Desember 2020 menunjukkan angka yang baik, dalam capaian realisasi APBD distan sebesar 95.59 % dan realisasi provinsi 83,10%. sedangkan realisasi APBN posisi desember 95.35 %”, ungkap Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim dalam sambutannya di rapat sinkronisasi dan percepatan pelaksanaan program/kegiatan bidang pertanian tahun 2021 di Grand Q Hotel, Senin (21/12/2020)

Wakil Gubernur juga mengapresiasi kinerja produksi komoditas unggulan yang meningkat ditahun 2020 dan melebihi target renstra 2020, antara lain Jagung 1.807.756 ton melebihi target renstra 66 %, Populasi sapi 253.960 ekor melebihi target renstra 9 %. Kelapa 57.907 ton melebihi target renstra 1,6 %. Dan populasi unggas 1.866.762 ekor melebihi target renstra 24%.

Apresiasi serta ucapan terima kasih juga diberikan kepada pihak Kabupaten dan Kota karena berperan aktif dan bekerja keras serta mendukung dalam mensukseskan program pertanian di Provinsi Gorontalo.

“Alhamdulillah pada tahun ke tiga masa pemerintahan NKRI berbagai indikator pembangunan khususnya di bidang pertanian tetap tumbuh baik, melihat capaian kinerja tersebut maka sektor pertanian dijadikan sektor prioritas utama selama pemulihan ekonomi pasca pandemi ini”, tutur Idris.

Idris Rahim menambahkan dukungan dan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam rangka pembangunan sektor pertanian secara keseluruhan di Provinsi Gorontalo ditunjukkan melalui alokasi anggaran APBD tahun 2021 yang secara fiskal mengalami penurunan yang cukup signifikan, khususnya dana alokasi umum (DAU) sebesar 25,8 milyar menurun sekitar 54.5% dibanding anggaran tahun 2020. demikian pula dengan anggaran APBN tahun 2021 sebesar 59,5 milyar mengalami penurunan dibandingkan tahun ini sebesar 67,7 milyar.

“Namun dengan adanya alokasi anggaran tersebut penggunaannya tetap dioptimalkan dan fokus untuk meningkatkan kesejahteraan petani”, tutup Idris

 

 

Pewarta : OmanMoningka_PPID Distan