Kamis, 9 Juli 2020
  Harga Komoditi
Bawang Merah : Rp. 28.000/KgBawang Putih : Rp. 40.000/KgBeras Medium : Rp. 18.000/KgBeras Premium : Rp. 12.500/KgCabe Merah Besar : Rp. 38.000/KgKacang Tanah : Rp. 26.000/Kg
Untuk Peningkatan Ekspor Perkebunan,Kementan RI Gelar FGD Di Gorontalo

 

Kota Gorontalo,Distanprov,- Dalam rangka mendukung program Gratieks yang telah dicanangkan oleh Menteri Pertanian serta menindaklanjuti Gerakan peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing (Grasida) perkebunan komoditas kelapa, Direktorat Jenderal Perkebunan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Provinsi mengadakan kegiatan FGD Akselerasi Peningkatan Produksi Nilai Tambah dan Daya Saing Komoditi Kelapa.

Kegiatan FGD Grasida yang dilaksanakan Rabu (19/2/2020) di Hotel Grand Q Kota Gorontalo bertujuan untuk Meningkatkan koordinasi, keterpaduan sinkronisasi dan harmonisasi dalam merencanakan anggaran kinerja pembangunan pertanian baik antara sub sektor maupun antara pusat dan daerah.

Tidak hanya dari Kementan RI, FGD ini juga dihadiri peserta dari pemerintah daerah Sulut, Sulteng,Sultra,Maluku, Riau dan Papua serta asosiasi bidang kelapa, perusahaan kelapa, dan tim percepatan GratiEks. Hadir dalam FGD ini Kepala Kepala dinas Pertanian Mulyadi Mario sebagai Narasumber pada kegiatan ini.

Untuk mendorong ekspor perkebunan meningkat tiga kali lipat tentu tak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Artinya, perlu bersama-sama stakeholder dan para eksportir untuk melakukan percepatan. Hingga saat ini, sudah ada komitmen dari eksportir untuk mengakselerasinya. Apabila ada kendala di lapangan, Kementan pun akan membantu para stakeholder, mulai dari hulu hingga proses ekspornya ungkap Plt. Dirjen tanaman tahunan dan penyegar direktorat perkebunan Kementan RI Ir. Agus Wahyudi dalam sambutannya sekaligus membuka acara FGD ini.

Pada Pemaparannya Mulyadi mengungkapkan dalam angka tetap 2018 komoditi kelapa memliki luas areal sebesar 68.813ha, produksi sebanyak 56.766 ton dan produktivitas 1.222 kg/hektar. Untuk potensi pengembangan kelapa di Gorontalo yang sementara dalam proses peremajaan seluas 33.131ha dan yang masih dalam tahap perluasan lahan seluas 58.309ha.

“Alhamdulillah bentuk dukungan pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mendukung komoditi meliputi Pengadaan dan penyediaan Pupuk dan benih Kelapa, Pemberiaan alat dan bahan Penanggulangan OPT (Hansprayer, Insektisida, Herbisida dan APH ) untuk kelompok Tani Kelapa, dan Pemberian Alat dan Bahan Pengolahan Hasil dan Pasca Panen dan sudah di anggarkan di Tahun ini, ungkap Mulyadi.

Permasalahan Dan Kebutuhan Di Tingkat Petani kelapa ini yang masih perlu di selesaikan seperti sebagian besar tanaman kelapa di Provinsi Gorontalo berusia Antara 50 s/d 100 tahun sehingga produksinya semakin rendah, Harga Pangambilan butiran kelapa tidak stabil di tingkat petani, Teknologi dan peralatan petani masih sederhana sehingga belum bisa memenuhi permintaan target volume dan waktu, dan petani masih membutuhkan peningkatan keterampilan, modal dan teknologi untuk dapat memenuhi target eksport, serta dibutuhkan fasilitasi keterlibatan perusahaan yg bergerak dibidang kelapa untuk membantu petani dalam perbaikan pertanaman kelapa melalui anggaran CSR masing-masing. tutup Mulyadi.

 

Pewarta: Oman_PPID-Distan