Jumat, 10 April 2020
  Harga Komoditi
Bawang Merah : Rp. 28.000/KgBawang Putih : Rp. 40.000/KgBeras Medium : Rp. 18.000/KgBeras Premium : Rp. 12.500/KgCabe Merah Besar : Rp. 38.000/KgKacang Tanah : Rp. 26.000/Kg
SULTENG-GORONTALO PERKUAT KERJA SAMA BIDANG PERTANIAN

Palu,Sulawesi Tengah,- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) dan Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo tentang pengawasan lalu lintas benih atau bibit tanaman dan ternak di aula DTPH jalan Kartini Kota Palu Sulawesi Tengah, Senin (24/02/2020).

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Mulyadi D Mario dalam sambutannya mengatakan kerja sama itu merupakan tindak lanjut tahun-tahun sebelumnya yang telah di bahas terkait dengan pengawasan sektor pertanian dan perkebunan yang notabenenya menjadi sektor unggulan masing-masing pemprov, sehingga sangat di butuhkan upaya pencegahan di tingkat perbatasan daerah agar diketahui secara detail dinamika yang terjadi antara dua daerah itu.

“Terkait benih dan ternak, itu memang menjadi dua sektor yang perlu diperhatikan kedua belah pihak. Kedua pemerntah tentunya ingin sekali mencegah dini modus-modus oleh oknum yang berpotensi merugikan. Dan pemerikasaan di perbatasan akan kita ketahui detail semua yang terjadi,” Kata Mulyadi.

Dirinya menambahkan, program-program sinergis yang bisa didiskusikan kedepan akan terus di galakkan mengingat kedua daerah merupakan proyeksi penyangga ibu kota baru di Kalimantan.

“Program strategis terkait komoditi jagung yang jalurnya melalui tol laut, lalu lintasnya juga melalui Sulteng. Permintaan dari Kalimantan itu sangat besar, kita sebagai daerah penyangga tentunya harus siap dengan produk unggulan kita. Proyeksinya satu juta orang akan masuk di ibu kota baru, ini peluang strategis tantangan,” Tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris DTPH Provinsi Sulawesi Tengah Saleh Gunawan Mengatakan, MoU itu merupakan tahap awal sinergi yang baik untuk kedua daerah untuk menngkatkan kinerja khususnya distribusi sektor pertanian.

“Kita bersama-sama menjadi pelopor pertanian di pulau sulawesi, kerja sama teknis seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan sektor pertanian,” katanya.

Hal senada di ungkapkan oleh Sekdis Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Linda Shirley Rory menuturkan, terkait dengan ternak yang perlu di tingkatkan adalah pengawasan sapi yang menjadi salah satu ternak yang di andalkan di masing-masing daerah. Ia juga sadar betul kesiapan sangat di perlukan untuk mengakomodasi permintaan yang bakal meningkat tajam dari berbagai daerah khususnya calon ibukota di Kalimantan.

“Sulteng telah membangun regulasi kuat terkait pengawasan untuk meningkatkan pengawasan sapi betina produktif untuk dilarang di potong untuk menggenjot angka kelahiran sapi. Saya pikir sama dengan Gorontalo kita akan terus berkomunikasi terkait permintaan-permintaan ternak untuk saling melengkapi,” tutupnya.

 

 Pewarta : Oman_PPID Distan