Selasa, 17 Oktober 2017
  Harga Komoditi
Bawang Merah : Rp. 28.000/KgBawang Putih : Rp. 40.000/KgBeras Medium : Rp. 18.000/KgBeras Premium : Rp. 12.500/KgCabe Merah Besar : Rp. 38.000/KgKacang Tanah : Rp. 26.000/Kg
Selang Januari-Mei Ekspor Jagung Gorontalo Capai 55.750 Ton

Gorontalo Utara - Komoditi jagung masih menjadi primadona bagi masyarakat Gorontalo. Hal itu terbukti dari tingginya produksi jagung Gorontalo yang ikut mendorong tingginya ekspor jagung ke luar negeri.

Data Dinas Pertanian menyebutkan, selang periode Januari hingga Mei 2015 total ekspor jagung ke Philipina sudah mencapai 55.750 Ton.

Hal itu terungkap saat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi unsur Muspida dan para pimpinan SKPD meninjau langsung proses bongkar muat jagung ekspor di Pelabuhan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (12/5).

Saat itu gubernur menyaksikan langsung bongkar muat jagung oleh eksportir PT Harim Gorontalo sebesar 6000 Ton yang diangkut oleh Kapal Jinteng dengan tujuan Philpina.

Ekspor Jagung pada bulan Mei ditargetkan mencapai angka 26,650 Ton yang akan dilakukan secara bertahap oleh perusahaan eksportir. Sementara untuk ekspor dari Januari hingga Maret mencapai 17.424 Ton dan bulan April mencapai 11,676 Ton.

Tingginya ekspor jagung ini pun disambut gembira oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Hal ini mengindikasikan bahwa produksi jagung Gorontalo terus meningkat dengan tingkat kesadaran menanam jagng petani yang tinggi.

“Alhamdulillah produksi jagung kita di akhir tahun lalu hingga awal tahun ini berhasil dan melimpah. Imbasnya pada para pengumpul dan eksportir yang bisa menjual jagung baik untuk kebutuhan daerah nasional bahkan ekspor seperti saat ini,” terang Rusli.

Diakui Rusli tingginya produksi jagung tidak terlepas dari perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah yang terus fokus mengembangkan Jagung sebagai komoditi unggulan selain padi dan kedelai.

Berbagai bantuan seperti penyediaan benih gratis, pupuk dan alat pertanian terus diberikan untuk merangsang keinginan petani menanam jagung yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Memang masih ada sejumlah masalah dan tantangan, terutama menyangkut masalah harga jagung. Kemarin pak Menteri Pertanian sudah mengeluarkan kebijakan standarisasi harga sebesar 3.150 per Kilo dengan kadar air 17 persen. Ketika panen raya dan harganya turun, Bulog diperintahkan menjadi penyangga dengan membeli jagung petani,” imbuhnya.

Tingginya produksi jagung turut diamini oleh Yulius Sunoto selaku Manager Purchasing PT Harim Yulius Sunoto. Menurutnya tahun ini semua eksportir kewalahan menampung jagung petani yang berimbas pada ekspor yang ikut naik.

“Tahun ini produksi jagun luar biasa. Semua gudang eskportir full. Perbandingannya tahun lalu secara keseluruhan kita hanya mengimpor 5000 Ton namun untuk tahun ini di Bulan Mei saja kita akan ekspor 12 Ribu Ton dengan dua kali pengiriman,” bebernya.

Yulius berharap agar pemerintah terus meningkatkan fasilitas pelabuhan khususnya menyangkut bongkar muat barang di pelabuhan. Selain itu, ia berharap tingginya produksi jagung sekarang ini harus dicari penyebabnya untuk dipertahankan di tahun berikutnya. Dengan cara itu ia meyakini ekspor jagung Gorontalo terus meningkat setiap tahun. (Humas-Ismail).

Sumber : www.gorontaloprov.go.id