Senin, 2 Agustus 2021
  Harga Komoditi
Bawang Merah : Rp. 38.000/KgBawang Putih : Rp. 30.000/KgCabe Merah Besar : Rp. 40.000/KgCabe Rawit : Rp. 38.000/KgTomat : Rp. 5.000/Kg
PROSPEK KEPITING DANAU LIMBOTO  SEBAGAI PAKAN TERNAK UNGGAS

Kepiting danau atau Huhemo (Bahasa Gorontalo) adalah binatang bercapit yang kerap didapati di sungai-sungai, danau dan persawahan, termasuk di parit-parit dan tanah becek di sekitarnya. Jenis-jenis kepiting danau biasanya tergolong ke dalam family Parathelphusidae atau Gecarcinucidae, superfamilia Gecarcinucoidea.

Berbeda dengan kepiting laut yang sepasang kaki belakangnya berbentuk pipih, kaki kepiting danau semuanya memiliki ujung lancip. Tempurung punggung kepiting sawah umumnya berwarna kecoklatan, kehitaman, hingga ungu gelap, kerap memiliki lekukan seperti bekas terinjak tapak kaki kuda. Tepi tempurungnya kadang-kadang ada yang memiliki beberapa duri kecil.

Di Provinsi Gorontalo hewan ini mudah ditemukan di sungai-sungai dan terutama  di wilayah perairan Danau Limboto Kabupaten Gorontalo. Potensi kepiting di Danau Limboto  sangat berlimpah terutama pada musimnya, namun  pengelolaannya saat ini belum optimal. Hasil tangkapan kepiting yang berlimpah selama ini  dijual dalam keadaan segar dipasar atau dijajakan dipinggir danau dengan nilai ekonomi yang murah ditengah minat masyarakat terhadap hewan ini yang masih kurang.

Karena rendahnya minat masyarakat mengkonsumsi kepiting danau dan rendahnya teknologi  pengembangan kepiting segar dan penganekaragaman olahannya, maka untuk optimalisasi pemanfaatannya perlu inofasi menyulap kepiting Danau Limboto ini menjadi bahan baku pakan ternak unggas.

Kepiting danau dapat diolah menjadi tepung kepiting.  Kepiting danau ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Hasil analisa  nutrisi menunjukkan bahwa tepung kepiting mengandung Kadar Air 8,02%, Abu 38,93%, Protein Kasar 32,29% Lemak Kasar 5,24%, Serat Kasar 13,30%, Kalsium (Ca) 14,03%  dan Phosfor (P) 0,56%. Gross Energi (GE) 4557,86 Kcal). (Hasil analisa Kandungan Nutrisi di UPT Lab. PMPP, Disnakeswan  Sulsel, 2019)

Melihat tingginya kandungan Ca dan P maka potensi bahan pakan ini dapat dijadikan bahan tambahan sumber mineral Ca dan P dalam penyusunan ransum ternak unggas. Komponen lain yang bisa didapatkan dalam penggunaan tepung kepiting ini adalah protein flavoyr, pigmen karotenoid, dan lemak

Mineral Ca dan P berperan dalam tubuh ayam petelur sebagai penyusun kerangka tubuh (tulang) dan kerabang telur. Saat fase starter dan grower, Ca dan P yang terkandung dalam pakan akan diabsorpsi (diserap) oleh saluran pencernaan dan dideposisikan ke dalam tulang/kerangka. Oleh karena itu, jika asupan Ca dan P tidak mencukupi kebutuhan ayam, maka dampak yang biasanya terjadi ialah pertumbuhan kerangka   lambat dan berkolerasi terhadap pertumbuhan berat badan yang rendah.

 Pembuatan tepung kepiting sawah dilakukan dengan cara :

1. Kepiting sawah dibersihkan dan dicuci, kemudian ditiriskan.

2. Kepiting yang sudah bersih dijemur dibawah sinar matahari selama 4-5 hari (hingga kering),

3. Kepiting kering digiling hingga menjadi tepung.

Penelitian telah dilakukan terhadap penggunaan tepung kepiting dalam campuran ransum ayam. Penelitian tersebut untuk melihat  pengaruh penggunaan tepung sawah/danau  Parathelpusa muculata dalam pakan terhadap    kualitas karkas ternak ayam pedaging. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan tepung kepiting sawah/danau 6% dalam pakan menghasilkan kualitas karkas yang baik. Selanjutnya pemberian limbah kepiting meningkatkan kualitas eksternal telur yaitu tebal kerabang dan dan kualitas internal telur yaitu warna kuning telur. Pemberian limbah rajungan sampai taraf 8% lebih baik dari pada taraf 4 %. 

 

Pewarta : Oman_PPID Distan

Penulis : Harisnur Abdul, S.Pt

Pengawas Mutu Pakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Disarikan dari berbagai sumber.