Kamis, 18 Juli 2019
  Harga Komoditi
Bawang Merah : Rp. 28.000/KgBawang Putih : Rp. 40.000/KgBeras Medium : Rp. 18.000/KgBeras Premium : Rp. 12.500/KgCabe Merah Besar : Rp. 38.000/KgKacang Tanah : Rp. 26.000/Kg
PROGRAM

Pertemuan Koordinasi Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Innitiative (READSI) di Hotel Grand Q       (Foto : Walah)

Gorontalo,Distan --- Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Initiative (READSI) merupakan salah satu bagian dari program Kementrian Pertanian yang mendukung terwujudnya Visi Pembangunan Pertanian yaitu tercapainya kedaulatan pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani serta mendukung suksesnya program regenerasi petani. READSI yang akan digelar tahun ini di provinsi gorontalo diharapkan mampu memperkuat kelembagaan petani.

"Olehnya itu dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi antar mitra dan stake holder dilapangan, Program ini juga mempunyai banyak komponen selain diharapkan bisa memperkuat kelembagaan petani juga bisa menumbuhkan regenerasi petani, dan Gorontalo menjadi satu dari 6 Propinsi pelaksana program ini", ungkap Kadis Pertanian Mulyadi D Mario dalam membuka acara Pertemuan Koordinasi Persiapan Kegiatan READSI Dalam Rangka Perencanaan Kegiatan dan Anggaran 2019 yang berlangsung di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Jumat (08/03/2019). Mulyadi menambahkan Program READSI, juga diharapkan mampu membangun rasa percaya diri melalui pemanfaatan sumber daya untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian dan non-pertanian. "Tujuan utamanya adalah pemberdayaan rumah tangga di perdesaan di lokasi program baik secara individu maupun kelompok dengan keterampilan membangun rasa kebersamaan.

Sasaran Program READSI adalah petani, termasuk Petani miskin yang aktif dan memiliki sumberdaya (lahan, dll) yang berpotensi untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan bantuan program, Petani aktif dan memiliki potensi sebagai ‘agen perubahan’ untuk memotivasi petani lainnya terutama kelompok miskin dan memperbaiki penghidupannya, Petani yang tidak memiliki lahan, petani pemilik lahan sempit dan kepala keluarga perempuan yang akan dilibatkan secara langsung dalam usaha pengembangan lahan pekarangan, nomfarm, kegiatan perbaikan gizi dan kegiatan pengelolaan keuangan.

Program READSI akan beroperasional di Provinsi Gorontalo di 3 Kabupaten (Kab. Gorontalo, Kab Pohuwato dan Kab. Bone Bolango)  pada tahun 2019-2023 dengan sumber pembiayaan dari International Fund for Agriculture Development (IFAD) dalam bentuk Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN). Pertemuan Koordinasi di ikuti oleh Pengelola Program READSI Provinsi (PPSU) dan Kabupaten (DPMO) dan bertujuan untuk Menyamakan persepsi dan pemahaman mekanisme pelaksanaan kegiatan Program READSI sehingga pelaksanaan kegiatan tepat prosedur, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat manfaat, dan Menigkatkan pengetahuan, dalam managemen pelaksana Program READSI.

 

Pewarta : (Oman_PPID DIstan)