Senin, 22 Oktober 2018
  Harga Komoditi
Bawang Merah : Rp. 28.000/KgBawang Putih : Rp. 40.000/KgBeras Medium : Rp. 18.000/KgBeras Premium : Rp. 12.500/KgCabe Merah Besar : Rp. 38.000/KgKacang Tanah : Rp. 26.000/Kg
Pemerintah Daerah Genjot Percepatan Realisasi Tanam Okt-Mar 2017/2018

Gorontalo, Baru-baru ini Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melakuka rapat Koordinasi Upsus Pajale di kantor Bupati Kabupaten Gorontalo utara. Kegiatan yang digagas Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo ini, menindak lanjuti bahwa akan berakhirnya masa tanam padi pada (Oktober-Maret) selama 10 hari kedepan, pemerintah Provinsi Gorontalo dan beberapa kabupaten disekitarnya melakukan langkah nyata dengan melibatkan semua unsur terkait melakukan percepatan tanam padi dan penambahan luas tanam sebelum akhir bulan Maret ini.

Pjs Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Haris Hadju setelah Rapat Koordinasi Upsus Pajale (padi, jagung dan kedelai) di  Kantor Bupati Gorontalo Utara, Selasa (20/3/2018) mengatakan, untuk mencapai target tanam padi Provinsi Gorontalo utamanya Kabupaten Gorut yang diprogramkan pemerintah pusat, pihaknya menargetkan 10 hari kedepan dengan percepatan tanam diberbagai  kecamatan di Kabupaten Gorut.

Pada acara yang sama Kadis Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljadi D Mario mengatakan,  bahwa langkah nyata percepatan tanam padi di Provinsi Gorontalo selama 10 hari kedepan yaitu dari target sebesar 38.307 hektare realisasi capaian seluas  34.870 hektar sehingga pencapaian target sebesar 91,03% sampai akhir Bulan Maret. Beliau juga megatakan, langkah nyata yang akan dilakukan dalam hal penyediaan bantuan benih, yaitu benih padi sawah dan benih padi ladang.

Dandim Kodim 1304  Gorontalo, Letkol Inf Allan Surya Lesmana menambahkan, terkait Upsus dan Okmar di Gorut, sesuai perintah komando atas akan mengawal secara lansung oleh anggota Babinsa dengan riil dilapangan.

Agar pengawalan tepat waktu dan tepat sasaran kata Dandim Letkol Allan, pihaknya terus turun kelapangan bergotong royong memperbaiki saluran irigasi yang tersumbat akibat terjadinya sedimentasi yang merugikan petani , bersama sama Babinsa, penyuluh dan kelompok tani untuk mencapai target yang ditetapkan dari pusat," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPTP Provinsi Gorontalo, Awaluddin mengatakan, mengingat waktu tinggal 10 hari lagi, penggunaan teknologi tabela (tabur benih lansung) menjadi salah satu solusi percepatan tanam di Gorontalo ini.

Mudah-mudahan sampai dengan akhir Maret ini target Okmar  Provinsi Gorontalo bisa mendekati 100 persen kata Awaluddin.