Senin, 23 September 2019
  Harga Komoditi
Bawang Merah : Rp. 28.000/KgBawang Putih : Rp. 40.000/KgBeras Medium : Rp. 18.000/KgBeras Premium : Rp. 12.500/KgCabe Merah Besar : Rp. 38.000/KgKacang Tanah : Rp. 26.000/Kg
Monitoring dan Evaluasi Program READSI  sekaligus pembukaan Sekolah Lapang (SL)
Foto:Distan

 

BoneBolango,DistanProv-Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Initiative (READSI) merupakan program pemerintah melalui kementrian pertanian yang akan dilaksanakan di seluruh Indonesia. Sasaran Program READSI adalah petani, termasuk Petani miskin yang aktif dan memiliki sumberdaya (lahan, dll) yang berpotensi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya petani. 

Kepala Dinas Pertanian Prov bersama Jajaran Dinas Pertanian pada hari ini, Selasa (02/07/2019) Melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi program Sekolah Lapang (SL) khusus di kab. Bonebolango di awali di Desa Huntu Selatan Kec.Bulango Selatan kemudian berlanjut ke Desa Bongohulawa Kec. Tilongkabila sampai ke Desa Longalo Kec. Bulango Utara.

Monitoring yang dilakukan oleh Kepala Dinas Bersama Tim dari Dinas Pertanian ke Bonebolango dapat di informasikan seluruhnya ada sejumlah 69 Kelas sekolah lapang dari berbagai komoditi, diantaranya tanaman pangan yaitu jagung, komoditi hortikultura seperti cabe dan tomat, komoditi perkebunan berupa cengkeh dan kelapa, dan Komoditi yang wajib untuk setiap desa adalah berupa Pemanfaatan Pekarangan. Dan sudah melakukan pertemuan beberapa kali antar petani untuk kelas pekarangan.

Dalam penyampaiannya Kepala Dinas Pertanian Muljadi D.Mario mengatakan “Alhamdulllah suatu kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami pemerintah khususnya Dinas Pertanian adalah apa yang dilaksanakan di sekolah lapang pada program Readsi ini dapat memberikan manfaat bagi bapak dan ibu di setiap desa”. Untuk itu di harapkan rangkaian pertemuan di sekolah lapang dapat di ikuti dengan rangkaian pertumbuhan tanaman agar sambil berteori juga bisa mempraktekkannya di pekarangan,tutupnya.

Program READSI akan beroperasional di Provinsi Gorontalo di 3 Kabupaten (Kab. Gorontalo, Kab Pohuwato dan Kab. Bone Bolango)  pada tahun 2019-2023 dengan sumber pembiayaan dari International Fund for Agriculture Development (IFAD) dalam bentuk Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN). dan bertujuan untuk Menyamakan persepsi dan pemahaman mekanisme pelaksanaan kegiatan Program READSI sehingga pelaksanaan kegiatan tepat prosedur, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat manfaat, dan Menigkatkan pengetahuan, dalam managemen pelaksana Program READSI.

 

 

Pewarta: Oman_PPID