Senin, 23 September 2019
  Harga Komoditi
Bawang Merah : Rp. 28.000/KgBawang Putih : Rp. 40.000/KgBeras Medium : Rp. 18.000/KgBeras Premium : Rp. 12.500/KgCabe Merah Besar : Rp. 38.000/KgKacang Tanah : Rp. 26.000/Kg
Kapusluh Kementan RI Identifikasi Percepatan LTT Padi Gorontalo

Gorontalo Utara,Distan - Inventarisasi lokasi lahan potensial persawahan untuk penanaman padi Agustus - September 2019 [Asep], meningkatkan peran penyuluh pertanian, dan sinergi dinas pertanian dengan para pemangku kepentingan di Kabupaten Gorontalo Utara menjadi perhatian utama Penanggung Jawab Upsus Pajale Kementerian Pertanian RI [PJ Upsus] Provinsi Gorontalo, Leli Nuryati pada rapat koordinasi percepatan luas tambah tanam [LTT} padi di Kecamatan Kwandang, Selasa [6/8].

"Identifikasi dampak kekeringan di musim kemarau, pompanisasi dan pipanisasi sebagai upaya mitigasi kekeringan, dengan menarik air dari sumber-sumber air di sungai maupun mata air harus menjadi prioritas upaya percepatan luas tambah tanam atau LTT di Gorontalo," kata PJ Upsus Pajale Gorontalo, Leli Nuryati.

Menurutnya, untuk percepatan tanam periode Asep 2019, harus dimulai dengan meningkatkan peran penyuluh pertanian di lapangan, untuk mengantisipasi kekeringan dan realisasi tanam Agustus dan September, yang disikapinya dengan menginstruksikan penyuluh pertanian pusat di Kementan untuk mendampingi para penyuluh setempat turut memecahkan masalah yang dihadapi petani.

"Langkah berikut adalah meningkatkan sinergi antara dinas pertanian provinsi dengan kabupaten/kota hingga tingkat kecamatan didukung koordinasi dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian [BPTP] Gorontalo," kata Leli Nuryati, yang juga menjabat Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan BPPSDMP Kementan].

Strategi berikutnya adalah identifikasi areal potensial yang masih berpotensi untuk ditanami padi pada Agustus - September, dengan memberikan fasilitas pendukung kepada petani yang terdampak kekeringan.

"Solusinya adalah pompanisasi dan pipanisasi untuk menarik air dari sungai dan mata air, kemudian disalurkan melalui pipa ke petak-petak sawah, diikuti membangun embung atau long storage untuk menampung air di musim hujan," katanya.

Tak kalah penting adalah membangun sumur dangkal atau sumur bor di lahan-lahan kekeringan dengan kedalaman 60 meter melalui koordinasi dengan Dinas PU.

Selanjutnya adalah inventarisasi lokasi-lokasi potensial tanam padi yang masih memungkinkan untuk penanaman pada Agustus dan September 2019, dan mengarahkan petani untuk menanam padi gogo di lahan sawah yang masih basah karena bekas panen.

Leli Nuryati juga mengingatkan penyuluh pertanian untuk mengajak petani menjadi peserta Asuransi Usaha Tani Pertanian (AUTP), antisipasi apabila lahan padi kekeringan hingga 70% akan mendapat ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektar per musim.

Kegiatan koordinasi dilanjutkan kunjungan lapangan di Kecamatan Kwandang dan diskusi dengan petani setempat serta melakukan pembinaan kepada penyuluh di balai penyuluhan pertanian [BPP] Kwandang

 

Pewarta : Oman Moningka_PPID Distan