Jumat, 18 September 2020
  Harga Komoditi
Bawang Merah : Rp. 28.000/KgBawang Putih : Rp. 40.000/KgBeras Medium : Rp. 18.000/KgBeras Premium : Rp. 12.500/KgCabe Merah Besar : Rp. 38.000/KgKacang Tanah : Rp. 26.000/Kg
Di Tengah Pandemi Global Covid-19 Ratusan Ribu Hektar Jagung Dipanen

GORONTALO – Lahan jagung seluas 58.183 hektar tengah dipanen para petani Gorontalo di tengah pandemi virus corona (Covid-19). 

Berdasarkan data yang di peroleh pada bulan maret sampai dengan april 2020, lahan jagung ini berada di beberapa kabupaten di Provinsi Gorontalo, Kabupaten Boalemo 20.814 hektar, Kabupaten Gorontalo 13.954 hektar, Pohuwato 14.587 hektar, Bone Bolango 2.016 hektar dan Gorontalo Utara seluas 6.812 hektar.

“Sebelumnya pada bulan Januari sampai februari 2020 total realisasi yang di panen seluas 46.549 hektar, dan hingga maret ini para petani sudah panen jagung seluas 29.788 hektar, menyusul bulan depan seluas 28.395 hektar,” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Mulyadi D Mario, Senin (30/3/2020). Bahkan rencana masih akan melakukan panen sampai pada bulan mei 2020 seluas 10.165 hektar.

"Jadi kalau di jumlahkan seluruhnya dari semenjak Januari sampai pada mei 2020 ada sekitar 114.897 hektar lahan jagung yang siap di panen," Tambah Mulyadi. ini berdasarkan data dari seluruh kabupaten/kota baik pada BPS kab/kota dan pengolah data di setiap Dinas Pertanian Kab/kota.

Produksi jagung yang berlimpah ini akan menambah daya tahan para petani Gorontalo untuk mencukupi kebutuhan hidupnya di tengah upaya melawan pandemi virus corona yang melanda dunia.

Bahkan banyak daerah telah membatasi lalu lalang pelintas batas antardaerah dari dan ke Gorontalo.

Mulyadi Mario menjelaskan lahan pertanian yang ditanami jagung di Provinsi Gorontalo memang sedang memasuki musim panen. Secara serentak para petani akan melakukan panen pada bulan Maret ini hingga April 2020.

“Semua kabupaten di Provinsi Gorontalo tengah panen jagung, ini sangat menggembirakan karena para petani memiliki bahan pangan atau bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Mulyadi Mario.

Sebagian besar produksi jagung milik petani ini akan diekspor ke sejumlah negara melalui pedagang besar yang biasa menampung hasil bumi masyarakat.

Nilai jual jagung Gorontalo terus membaik dari tahun ke tahun, ini yang membuat semua petani memilih komoditas ini sebagai tanaman andalan.

Hasil panen ini akan memberi daya tahan petani pada masa pembatasan yang diterapkan masyarakat dan pemerintah akibat wabah virus corona.

 

Pewarta : Oman_PPID DIstan