Kamis, 24 Oktober 2019
  Harga Komoditi
Bawang Merah : Rp. 28.000/KgBawang Putih : Rp. 40.000/KgBeras Medium : Rp. 18.000/KgBeras Premium : Rp. 12.500/KgCabe Merah Besar : Rp. 38.000/KgKacang Tanah : Rp. 26.000/Kg
Cerita Sekolah Lapang Cabai Yang Masak Harus Segera Dipanen

 

HUNTU SELATAN – Pengalaman dan riset mendalam adalah guru yang terbaik, demikian Sekolah lapang  yang mengajarkan  bimbingan teknis Good Handling Practices (GHP) yang dilakukan oleh Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura, Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Sekolah Lapang yang dikelolanya dari pinggir desa meliputi Uji ballot box awal untuk menguji kemampuan petani mengenai GHP, pengamatan agroekosistem di lapangan, diskusi kelompok, dinamika kelompok, materi topik khusus  dan rencana tindak lanjut.

Sekolah Lapang ini menindaklanjuti kegiatan yang sama yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo baru-baru ini di Desa Huntu Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango yang kemudian berlanjut ke Desa Bongohulawa Kecamatan Tilongkabila sampai ke Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara.

Dalam bimbingan sekolah lapang ini, Kepala Bidang Hortikultura melalui Kepala Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura, Harmolan I Talani,  memberi tips agar buah cabai tetap segar saat dijual, sebaiknya cabai yang telah masak, 80 persen merah, harus segera dipasarkan.

“Penanganan pascapanen merupakan tahapan yang sangat berpengaruh terkait keamanan pangan dan standar mutu produk hortikultura, walaupun petani sudah menghasilkan aneka produk cabe namun seringkali masih terjadi kehilangan hasil yang tinggi dan rendahnya ketersediaan produk hortikultura sesuai standar,” kata Kepala Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura, Harmolan I Talani, Kamis (4/7/2019).

Harmolan I Talani menambahkan, banyak petani sering melakukan penanganan pascapanen tanpa memperhatikan karekteristik produk dan sarana pascapanen yang tepat, sehingga Dinas pertanian provinsi  yang difasilitasi Direktorat Jenderal Hortikultura melalui Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura melalui dana APBN DK melaksanakan Bimtek GHP cabe rawit  yang diselenggarakan melalui penyelenggaraan sekolah lapang  Good Handling Practices (GHP) atau penanganan pascapanen yang baik. 

Sekolah lapang ini juga mengajarkan bagaimana cara kelompok tani mengajukan permohonan sertifikasi produk hortikultura sehingga bisa menghasilkan produk bermutu, berdaya saing dan aman dikonsumsi minimal kelompok bisa mengantongi serifikat prima 3 aman konsumsi.

GHP ini meningkatkan pengetahuan penanganan pascapanen yang baik sehingga bisa diterapkan di lahan anggota.

Pengalaman di ladang ini meminimalisir kehilangan hasil dan bisa meningkatkan produksi petani serta hasil produk hortikultura. diharapkan menjadi olahan yang dapat meningkatkan nilai tambah dan hasil bagi petani.

“Bimtek ini direncanakan sebanyak 7 kali pertemuan dengan waktu yang berbeda,” kata Harmolan I Talani.

 

Pewarta : Dion_Crypt Distan